Teknologi Telepon Selular
Saat ini Teknologi Telekomunikasi terus bersaing, kejar-mengejar antara pabrik-pabrik sistem dan MS (mobile station) semakin cepat, terutama persaingan di produk MS. Pasar yang menentukan siapa yang unggul, dilihat dari kemampuan penjualan produk.
Di Indonesia, dari sekitar 1,2 juta ponsel terjual tahun 2000. Pemain baru yang menggebrak pasar sangat menggetarkan pemain yang relatif lama, bahkan juga si raja, Nokia. Pemain baru itu, mampu menempatkan diri di jajaran atas dalam waktu singkat. Dalam waktu dekat merek ponsel baru mampu menggeser merek terkenal,” kata pengamat pasar ponsel Roximas yang enggan disebut namanya, karena kebetulan ia agen salah satu merek yang akan tergeser.
Contoh lain, CDMA (code divission multiple access) yang digital dan dikembangkan Amerika serta diadopsi oleh Korea malah sudah melejit dan masuk ke generasi ketiga, meninggalkan GSM yang baru dalam tahap ancang-ancang. Korea yang penduduknya 30 juta, punya nomor ponsel yang hidup sekitar 20 juta, semua CDMA, padahal baru akhir tahun 1995 mereka baru migrasi dari AMPS (advance mobile phone system) yang analog ke CDMA dan kini AMPS sudah mati di Korea.
Globalisasi ikut melunturkan kesetiaan masyarakat pada satu merek dan suka pada perubahan yang cepat. Awal tahun 1990-an, siapa yang tidak mengejar merek ponsel baru yang jadi status simbol, sementara pada tahun-tahun itu, sekitar tahun 1993, merek terkenal baru lahir. Dan kini merek terkenal tsb sedang dipuja di seluruh dunia.
Peta pasar ponsel dunia, juga Asia Pasifik akan berubah, karena bisa saja setelah kejayaan empat merek ini memudar dan Samsung naik tangga, tak lama akan ada putra mahkota baru. Merek baru nanti akan siap juga merebut pasar, karena menampilkan produk yang sangat disukai masyarakat penggunanya.
Mungkin sama dengan mobil, khususnya sedan, merek-merek Korea mulai menggeser buatan Jepang, yang bisa jadi akan disusul merek-merek Cina. Jepang yang sudah mapan mulai tumpul kemampuan dalam menyerap kemauan pasar, misalnya, dalam penggunaan teknologi selularnya. Beda dengan umumnya dunia yang menggunakan kalau tidak GSM (Eropa) menggunakan CDMA (Amerika), Jepang menciptakan sistem sendiri, PDC (personal digital cellular) dan PHS (personal handyphone system). Dua sistem ini tidak digunakan di tempat lain, sehingga pemakai ponsel Jepang langsung kehilangan kontak begitu mereka keluar
negeri, meski pada dasarnya PDC sama teknologinya dengan GSM.
KEBUTUHAN manusia akan alat komunikasi berbeda. Ada yang hanya butuh untuk mentransmisikan suara (voice) saja, ada yang ingin juga alat komunikasi yang bisa mengirim data, atau gambar. Karena itu vendor atau pabrikan lalu membuat macam-macam model untuk memenuhi selera penggunanya. Ada yang low end, basic, ada yang klasik, ada kelas premium, fashion dan kelas profesional.
Anak-anak muda yang gagah mungkin suka memakai ponsel yang tahan banting, tahan debu, dan tahan cipratan air. Bentuknya sangat macho, sementara saingannya yang berkemampuan sama, malah terlihat feminin, kecuali kalau diperhatikan ada karet pelindung hitam sekitar sisinya.
Orang yang tahu benar mengoptimalkan kemampuan ponselnya, pasti akan memilih kelas-kelas professional. Model-model ponsel mendekati kebutuhan orang yang ingin tetap bekerja di mana saja dan kapan saja, tanpa terikat pada keberadaan fisik di satu tempat, misalnya, kantor atau rumah. Mereka akan mengubah trend komunikasi.
Tetapi, dari layar ponsel kita bisa menonton video dan ia bisa menerima gambar dari kamera digital serta mengirimnya lewat e-mail atau ke mesin faksimile..
Teknologi ponsel akan semakin berkembang dengan adanya video call. Dan kebanyakan ponsel – ponselnya sudah dilengkapi dengan teknologi yang mempunyai fasilitas untuk menonton video, menonton film Sinchan yang sudah direkam lebih dulu, atau main game yang banyak pilihannya. Bahkan acara Sidang Istimewa MPR juga bisa dinikmati, meski tidak secara live. Makin ok kan buat kita2 yang hobi banget nonton film? Tinggal simpan filmnya di memory card dan langsung bisa nonton film dimana saja dan kapan saja. Asyik yah?


untung si klo gw ga neko2 milih teknologi,yg penting bisa tlp ma sms aja uda ckup,hehehe…